Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Djohar Arifin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Djohar Arifin. Tampilkan semua postingan
11.09
PSSI Buka Peluang Operator Asing Tangani Liga
Written By Unknown on 17 Jun 2012 | 11.09
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membuka kemungkinan akan menyerahkan pelaksanaan liga Indonesia kepada pihak asing. Hal itu dilakukan untuk menjaga netralitas liga. "Kami mempertimbangkan itu (tunjuk operator asing). Tapi nanti tegantung keputusan tim satuan tugas (Task Force) Konfederasi Sepak Bola ASia (AFC). kami akan berdiskusi dengan mereka," kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Sabtu, 16 Juni 2012.
10.48
PSSI Umumkan Wakil di Komite Bersama, Senin Besok
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan segera mengumumkan nama-nama wakil pihaknya yang akan duduk dalam Komite Bersama (Join Committee), Senin (18/6/2012). Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengaku pihaknya saat ini telah memutuskan empat nama yang akan menjadi perwakilannya di komite tersebut.
11.48
Rekonsiliasi PSSI Harapan Timnas Lebih Baik
Written By Unknown on 13 Jun 2012 | 11.48
Rekonsiliasi PSSI yang dilakukan Kubu La Nyalla dan djohar arifin di Malaysia 7 Juni lalu, akan menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia. Pasca penandatangan MoU perdamaian tersebut, timnas Indonesia tak hanya akan diperkuat dari pemain-pemain asal klub Indonesia Premier League (IPL).
Menurut Ketua Umum PSSI hasil KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, pihaknya akan mendukung sepenuhnya apabila pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) dipanggil untuk memperkuat Merah Putih. Pihaknya sudah tak melarang lagi dengan alasan pembentukan timnas tidak ditentukan oleh PSSI Djohar Arifin, namun ditentukan oleh Komite Gabungan (Joint Committe/JC).
18.03
Djohar dan La Nyalla Tak Jadi Ketum PSSI
Written By Unknown on 11 Jun 2012 | 18.03
Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI, dan La Nyalla Mattaliti, Ketua PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), dinilai tak layak dipilih lagi menjadi Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) akan berlangsung pada 25 September 2012 mendatang. Hal itu diungkap anggota DPR RI Achsanul Qosasi.
09.30
Dualisme PSSI akan Diselesaikan di Kongres
Written By Unknown on 9 Jun 2012 | 09.30
Seluruh permasalahan yang terjadi dalam persepakbolaan nasional, seperti dualisme klub dan kompetisi, akan diselesaikan dalam Kongres PSSI yang akan digelar pada 24 September mendatang.
Hal ini menyusul hasil keputusan tim Task Force FIFA/AFC pada Kamis lalu yang memerintahkan PSSI versi Djohar Arifin dan PSSI hasil Kongres Luar Biasa yang dipimpin La Nyalla Mattalitti untuk menggelar kembali kongres pada bulan September sebagai salah satu diantara lima butir yang harus dilaksanakan.
23.16
Djohar - La Nyalla Berdamai, Menpora Minta Bentuk Timnas Yang Lebih Kuat
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng meminta PSSI untuk membentuk Timnas yang lebih kuat, pascapenandatangan nota kesepahaman antara dua kubu PSSI yang bertikai.
Sebelumnya, akibat dualisme kompetisi antara Liga Primer Indonesia (IPL) dan Liga Super Indonesia (ISL), sejumlah pemain yang ingin bergabung dengan Timnas terhambat.
21.23
Djohar Yakin PSSI Tidak Terkena Sanksi FIFA
Written By Unknown on 5 Jun 2012 | 21.23
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yakin PSSI tidak akan menerima hukuman dari FIFA akibat kisruh dualisme kepengurusan dan kompetisi di sepak bola Indonesia.
FIFA dan AFC akan mengeluarkan keputusan terkait konflik dan dualisme organisasi serta kompetisi yang terjadi di Indonesia usai tengat waktu yang ditetapkan 15 Juni 2012.
Namun, Djohar mengaku dirinya tidak bersalah atas konflik dan dualisme kompetisi, sehingga dia yakin pihaknya tidak akan dijatuhi sanksi oleh FIFA.
17.10
»
Setelah Filipina, Timnas Lawan Kamerun
Written By Unknown on 2 Jun 2012 | 17.10
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengatakan pihaknya telah mengagendakan pertandingan uji coba dengan sejumlah negara di Asia dan Afrika. Djohar menilai pertandingan uji coba penting untuk menambah pengalaman bermain dan mendongkrak peringkat Indonesia dalam peringkat FIFA.
"Selain Filipina kita juga akan ada uji coba melawan Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Semuanya home-away," kata Djohar di sela latihan tim nasional di Lapangan C Senayan, Jumat, 1 Juni 2012. "Selain dari Asia juga ada negara lain yang siap menguji timnya dengan timnas."
Tim nasional akan menjalani laga uji coba melawan tim nasional Filipina pada 5 Juni nanti. Uji coba ini, kata Djohar, atas permintaan Filipina dan masuk dalam kalender FIFA. Sehingga hasil pertandingan nantinya akan mempengaruhi peringkat Indonesia dalam rangking FIFA. Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-151 sementara Filipina menempati peringkat ke-148.
Djohar mengatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Vietnam, Brunei Darussalam, dan Malaysia untuk menentukan tanggal pertandingan. Yang pasti, kata dia, pertandingan akan digelar sebelum Piala AFF akhir tahun ini.
Selain negara-negara Asia, Djohar melanjutkan, tim nasional juga memiliki agenda pertandingan uji coba melawan tim Kamerun dan Aljazair. Namun, seperti dengan negara-negara Asia, jadwal pertandingan dengan dua negara Afrika ini pun masih belum ditentukan. "Kemungkinan mereka yang akan datang ke sini," kata Djohar. (tempo.co)
»
Label:
Djohar Arifin,
PSSI,
Timnas Indonesia
17.05
»
PSSI Serius Perbaiki Timnas Jelang Piala AFF
Ditengah-tengah polemik sepak bola Indonesia yang belum jelas pangkal ujungnya, PSSI tetap serius memperbaiki timnas Indonesia yang prestasinya terus melorot. Apalagi, Indonesia kini bersiap akan berlaga diajang Piala AFF, bulan November 2012 mendatang.
Demi meningkatkan kualitas timnas, PSSI telah mengatur jadwal pertandingan internasional bagi anak asuh Nil Maizar. Bahkan jadwalnya sangat padat. Terdekat, mereka akan berlaga dalam pertandingan persahabatan melawan Filipina pada 5 Juni 2012 mendatang. Partai tentunya bukanlah pertandingan main-main karena merupakan kalendar FIFA.
Setelah Filipina, beberapa negara Asia Hingga Afrika telah dibidik untuk mengasah kemampuan Indonesia.
"Ada Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Timor Leste semuanya home away. Tapi Brunei dan Timor Leste meminta Indonesia yang terlebih dahulu ke sana," ungkapnya.
Namun, ia belum mengetahui kapan laga-laga tersebut dilakukan, yang pasti salah satu dari partai tersebut digelar pada 15 Agustus 2012 yang merupakan kalendar FIFA.
"Mungkin nanti bulan Juli sebelum puasa ada pertandingan persahabatan," imbuh Djohar.
Tal hanya itu, Indonesia juga tengah menunggu undangan Korea Utara yang juga berhasrat bertanding melawan Indonesia.
"Selain itu juga ada China, India, Pakistan, Papua Nunigi dan dua dari Afrika yakni Kamerun dan Aljazair," pungkasnya. (tribunnews)
»
Label:
AFF Cup,
Djohar Arifin,
PSSI
16.25
APPI: Pemain ISL Butuh Penjelasan Izin Bela Timnas
Written By Unknown on 11 Apr 2012 | 16.25
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengaku akan segera menemui Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya pascapemberian kesempatan bagi pemain ISL untuk membela tim nasional. Anggota Exco APPI, Firman Utina mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari keputusan tersebut.
"Kita akan pelajari dulu keputusan itu. Setelah itu kita akan minta penjelasan dari PSSI, agar teman-teman tidak bingung dengan keputusan ini. Nanti akan ada pernyataan resmi dari kami secepatnya," ujar Firman kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (11/4/2012).
PSSI, pada Selasa (10/4/2012) akhirnya kembali memutuskan bahwa pemain ISL boleh memperkuat timnas. Penanggungjawab timnas, Bernhard Limbong mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari proses rekonsiliasi yang sedang dijalankan PSSI.
Firman menuturkan sebagai pemain, setiap pesepak bola tanah air pasti mempunyai keinginan yang sama untuk dapat membela timnasnya. Karena itu, secara khusus pemain Sriwijaya FC ini menyambut baik keputusan PSSI tersebut.
"Aku rasa bukan hanya aku saja yang siap, tetapi semua pemain juga siap untuk membela timnasnya. Tetapi karena mereka terbentur kontrak dengan klub, maka harus ada sosialisasi juga dari PSSI kepada klub-klub tempat mereka bermain," kata Firman.
Larangan kepada pemain ISL ini sebelumnya sempat dicabut pada November tahun lalu. Keputusan itu berjalan saat Indonesia Selection melawan LA Galaxy. Ketika itu sebagian pemain besar timnas berasal dari kompetisi ISL, antara lain Boaz Solossa, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Oktovianus Maniani, Egi Melgiansyah, dan Diego Michiels.
Akan tetapi, pada bulan Desember, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin kembali mengubah pikirannya untuk melarang pemain yang berlaga di kompetisi ISL tidak bisa membela tim nasional. Menurutnya, larangan tersebut merupakan aturan dari pasal 79 statuta FIFA, yang menyebutkan organisasi sepak bola dapat dikenakan denda jika memainkan pemain yang berlaga di kompetisi tidak resmi ke dalam timnas. (kompas)
»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia
16.14
PSSI Panggil Pemain ISL Untuk Masuk Timnas
PSSI akan memanggil pemain Indonesia Super League (ISL), yang sebelumnya dianggap ilegal, untuk memperkuat timnas dalam menjalani pertandingan internasional yang telah dijadwalkan.
Penanggungjawab timnas Bernhard Limbong di Jakarta, Selasa mengatakan, pemanggilan terhadap pemain ISL merupakan tindak lanjut dari keputusan Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret lalu serta sebagai langkah rekonsiliasi yang telah dibangun.
"Untuk memperkuat timnas harus putra-putra terbaik," katanya di Kantor PSSI Senayan Jakarta.
Menurut dia, guna menyiapkan tim, pihaknya melalui jajaran pelatih yang ada akan secepatnya melakukan pemanggilan kepada pemain yang dinilai memiliki kemampuan. Hal ini dilakukan agar persiapan timnas jauh lebih baik.
Meski akan secepatnya memanggil pemain ISL, Limbong belum memastikan waktunya. Menurut dia, saat ini masih dilakukan pembahasan yang melibatkan semua jajaran pelatih timnas dari semua kategori diantaranya U-17, U-21 dan U-23.
"Sejak dulu sudah saya katakan. Semuanya berhak memperkuat timnas. Apalagi saat ini ISL telah diakui oleh PSSI," kata Jenderal Bintang Satu itu.
Timnas Indonesia sesuai dengan jadwal yang ada akan menjalani pertandingan persahabatan dengan Timnas Palestina yang rencananya digelar antara 14-23 Mei mendatang. Pertandingan ini telah menjadi agenda resmi FIFA.
Selain itu Timnas U-23 plus juga dijadwalkan akan menghadapi tim asal Italia, Inter Milan. Sesuai dengan jadwal yang ada pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 24 dan 26 Mei mendatang.
Saat ditanya kenapa tidak mengandalkan pemain Indonesia Premier League (IPL) seperti yang diandalkan saat menjalani pertandingan Pra Piala Dunia 2014 melawan Bahrain yang akhirnya dibantai 0-10, Koordinator Timnas Bob Hippy tidak menjelaskan dengan detail.
Yang ditekankan pria yang juga menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI adalah membangun timnas yang lebih kuat dari semua jenjang yang ada serta pembinaan pemain usia muda.
Timnas dibawah kendali PSSI Djohar Arifin Husin terus mengalami hasil kurang maksimal. Salah satu alasannya adalah belum memaksimalkan pemain terbaik yang ada di Indonesia dan hanya mengandalkan pemain IPL yang kurang berpengalaman dipertandingan internasional.
Dari empat pertandingan yang pernah dijalani, tiga kali mengalami kekalahan dan satu kali seri. Tiga kekelahan diraih saat menghadapi Bahrain 0-10, Persebaya Surabaya 0-1 dan Persijap 0-3. Sedangkan hasil seri saat menghadapi Persepar Palangkaraya, 2-2. (antaranews)
»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia
16.03
»
Tanggapan La Nyalla Mattalitti, PSSI Panggil Pemain ISL Masuk Timnas
Keputusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang tiba-tiba akan memanggil pemain Indonesia Super League (ISL) membela Tim Nasional Indonesia dinilai janggal PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mattalitti. Namun, La Nyalla menegaskan pihaknya tidak akan mengintervensi pemain-pemain ISL.
"Kami tidak akan melarang mereka. Tapi ingat, pemain adalah tanggung jawab klub, karena klub yang membayar pemain. Kami selaku PSSI tidak akan melarang atau intervensi," ujar La Nyalla usai pertemuan dengan Menpora, Rabu 11 April 2012.
La Nyalla menganggap keputusan PSSI yang tiba-tiba akan memanggil pemain ISL untuk membela Timnas cukup janggal. Pasalnya, sebelumnya PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin melarang para pemain ISL memperkuat Timnas, dengan alasan ada instruksi FIFA yang melarang pemain breakaway league memperkuat Timnas.
Terlebih keputusan PSSI tersebut keluar setelah ada keputusan AFC untuk mengirim Task Force, yakni tim yang dibentuk AFC untuk membantu mencarikan solusi permasalahan sepakbola di Indonesia.
"Kenapa ketika Task Force turun, mereka (PSSI versi Djohar) berbondong-bondong merayu klub-klub ISL dan sekarang pemain. Ini maksudnya apa? Mau memecah belah?" kata La Nyalla, berang.
Keputusan PSSI ini masih bakal membingungkan pemain. Pasalnya, dualisme klub juga terjadi di Indonesia saat ini. Sebagai contoh ada dua tim Persija, Persija Ferry Paulus yang bermain di ISL dan Persija yang bermain di IPL.
Di skuad Persija ISL terdapat sejumlah pemain Timnas, termasuk Bambang Pamungkas, Ramdani Lestaluhu, Hasim Kipuw dan kiper Andritany.
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia
18.24
Rudolf Yesayas: PSSI Hanya Ada Satu!
Written By Unknown on 22 Mar 2012 | 18.24
Staf ahli PSSI bidang luar negeri Rudolf Yesayas menegaskan bahwa PSSI di Indonesia hanya ada satu, yaitu yang berada di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husein.
"Hanya ada satu PSSI yang merupakan induk olahraga sepak bola di Indonesia. Selama belum ada ketetapan lain dari FIFA, PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin tetap sah," kata Rudolf Yesayas seperti yang dikutip humas PSSI.
Label:
Djohar Arifin,
FIFA,
PSSI
17.55
Abdurrahman Assegaff: MPSI Djohar Arifin Tetap Sah Memimpin PSSI
Masyarakat Pencinta Sepak Bola Indonesia (MPSI) menghimbau agar masyarakat tidak perlu pusing menyikapi persoalan yang terjadi di pentas sepak bola tanah air belakangan ini.
Bahkan, MPSI menegaskan jika Djohar Arifin tetap sah memimpin PSSI hingga berakhir masa baktinya pada 2015.
"Yang ribut-ribut itu bukan PSSI, namun pihak di luar PSSI, yakni Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Sehingga, masyarakat tidak perlu gelisah dan tetap harus menghormati Djohar Arifin Husin," terang pimpinan MPSI, Abdurrahman Assegaff, kepada Bola.net.

















